Bertamu kepada yang Jarang Bertemu

Halo teman-teman setia yang sudah membaca blogku sampai selama ini. Hari ini saya akan menulis sebuah tulisan tentang kegiatan yang jarang saya lakukan yaitu bertamu bertamu. Kenapa saya menulis blog ini bertamu, karena pada kesempatan kali ini saya diberi sebuah tantangan oleh guru saya tentang bertemu ke rumah saudara yang jarang bertemu.

Saya bingung pada awalnya saya akan menuju ke rumah saudara yang mana karena kebanyakan saudara banyak yang tinggalnya ada di Jakarta dan juga ada yang berada di Jogja. Namun setelah 1 hari setelah kejadian tersebut saya pun menanyakan kepada mama tentang saudara yang jarang bertemu di bandung siapa mah, dan mama saya pun menjawab kakek pur. Kakek pur adalah adik dari kakek saya.

Dikarenakan peraturan dari tantangan ini adalah menggunakan transportasi umum dan saya pun melakukan peraturan tersebut. Saya turun di Pizza hut yang ada di dekat mcd setiabudhi. Saya disarankan oleh mama saya menaiki angkot jurusan cicaheum ledeng dan turun di cimahi lebih tepatnya di sangkuriang.

Ini kurang lebih bagian dalam angkotnya.

Saat di angkot saya ditemani oleh supir angkot dan dua orang yang lainnya yaitu seorang remaja dan adiknya. Saat di toko setiabudhi ada 3 ibu-ibu dan salah satu anak dari ibu-ibu tersebut. Ibu- ibu dan salah satu anaknya turun di sungai cikapundung. Selama saya jalan satu remaja dan adiknya tidak turun mungkin mereka menuju ke sebuah tempat yang lebih jauh daripada saya.

Saya pun berjalan kaki dari cimahi sangkuriang ke rumah kakek pur. Maaf kalo disisni tidak ada foto kakek pur karena saya lupa untuk memfoto rumahnya. Namun saya akan beri wajah dari kakek pur.

Saat sampai di rumah kakek pur saat saya ketok-ketok pintunya ada seorang laki-laki yang saya rasa bukan dari keluarga tersebut ataupun anak dari kakek pur. Saat masuk saya mewawancarai orang tersebut yang bernama om Bintang yang ternyata orang tersebut adalah suami dari anak pertama istri adiknya kakek pur. Setelah beberapa lama orang tersebut pergi dikarenakan mau kerja. Setelah beberapa lama saya pun mewawancarai istrinya yang bernama tante yaya. Nama aslinya bukan tante yaya melainkan synthia. Di panggil yaya dikarenakan lebih gampang untuk dipanggil.

Yaya adalah anak pertama dari adiknya istri kakek pur.

Yaya berumur 29 tahun lahir pada tanggal 18 08 1991. Tante yaya memiliki satu anak yang bernama Dasya yang berumur 6 bulan dan istri dari om Bintang. SD di Cisitu, SMP di negeri dua, SMA di negeri 5 kuliah di Unpar. Pekerjaan sekarang berada di Bank. Senang di keluarganya karena orangtuanya baik. Kisah cinta dengan om bintang bertemu di sebuah game, dan berpacaran selama 13 tahun dan nikah pada tanggal 25 08 2018.

BERTAMU KEPADA YANG JARANG BERTEMU

Halo teman-teman setia, yang sudah membaca  blog ku. Hari ini yang akan saya tulis adalah sebuah hal yaitu tentang bertamu yang sangat jarang bagi saya untuk dilakukan. Saya membuat blog tentang bertamu dikarenakan ini adalah sebuah tantangan yang diberikan oleh guru saya.  Tugas yang diberikan oleh kakak ini disuruh untuk menulis kegiatan bertamu dan menuliskan beberapa jawaban yang ada di LKS tersebut.

Saya bingung pada awalnya akan kemana tentang kegiatan bertamu ini karena saya memiliki banyak keluarga yang tinggal  di Jogja dan ada juga yang tinggal di Jakarta. Namun setelah dipikirkan selama 1 hari saya memikirkan 1 keluarga yang ada di Bandumg yaitu Kakek Pur. Beliau adalah adik dari kakek saya.

Dikarenakan peraturan yang ada di tantangan ini, adalah menggunakan transportasi umum untuk menuju tempat tersebut saya pun memenuhi peraturan tersebut.

SDGS

Di kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang apa tujuan, arti, dan Kenapa sekarang sedang membahas tentang SDGS.

Sekarang membahas tentang SDGS karena sekarang banyak negara yang perlu diperbaiki dari 17 tujuan, dan selain itu kata guru saya itu adalah sebuah materi untuk kita nanti melakukan ujian. SDGS juga dilakukan dalam proyek terbaru yang ada di sekolah yaitu proyek esai. Saya memilih salah satu tujuan yaitu menjaga ekosistem darat.

Sustainable Development Goals (SDGs)

07:41 –

Sustainable Development Goals (SDGs) diusulkan untuk menawarkan perbaikan besar pada Millenium Development Goals (MDGs). Mereka berusaha untuk membangun Millenium Development Goals dan menyelesaikan apa yang belum dicapai. Mereka berusaha untuk mewujudkan hak asasi manusia dan untuk mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan semua perempuan dan anak perempuan. Ini terintegrasi, tak terpisahkan dan seimbang dengan tiga dimensi pembangunan berkelanjutan: ekonomi, sosial dan lingkungan. PBB mengumumkan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dan 169 target yang menunjukkan skala dan ambisi agenda secara universal. Tujuan dan target tersebut akan dilaksanakan selama lima belas (15) tahun ke depan di daerah-daerah penting untuk kemanusiaan dan planet.17 tujuan pembangunan berkelanjutan antara lain:

• Mengakhiri kemiskinan disemua tempat dalam bentuk apapun

• Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan peningkatan gizi dan mempromosikan pertanian berkelanjutan

• Memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan berkeadilan dan mempromosikan kesempatan belajar seumur hidup bagi semua

• Pencapaian kesetaraan gender dan memberdayakan semua wanita dan perempuan

• Memastikan ketersediaan dan pengelolaan air dan sanitasi yang berkelanjutan bagi semua

• Memastikan akses energi yang terjangkau, handal, berkelanjutan, dan modern untuk semua

• Mempromosikan pertumbuhan yang berkelanjutan, inklusif dan keberlanjutan ekonomi, tenaga yang produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua

• Membangun infrastruktur tangguh, mempromosikan industrialisasi yang inklusif and berkelanjutan dan membantu pengembangan inovasi

• Mengurangi ketidaksetaraan dalam dan antar negara

• Membuat kota dan pemukiman inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan

• Memastikan pola konsumsi dan produksi berkelanjutan

• Tindakan mendesak untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya *

• Melestarikan penggunaan sumber daya laut untuk pembangunan berkelanjutan

• Melindungi, memulihkan, dan mempromosikan pemanfaatan berkelanjutan dari ekosistem, pengelolaan hutan, memerangi degradasi, dan menghentikan degradasi lahan dan menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati

• Mempromosikan masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, memberikan akses keadilan bagi semua dan membangun institusi akuntabel dan inklusif yang efektif

• Memperkuat sarana implementasi dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan

Baca selengkapnya dan unduh disini untuk target SDGs dan agenda 2030 pengembangan berkelanjutan.

SDGs di Indonesia

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) adalah Agenda 2030 yang merupakan kesepakatan pembangunan berkelanjutan berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan. TPB/SDGs berprinsip Universal, Integrasi dan Inklusif, untuk meyakinkan bahwa tidak ada satupun yang tertinggal atau disebut.

TPB/SDGs terdiri dari 17 Tujuan dan 169 Target yang merupakan kelanjutan dari Millenium Development Goals (MDGs) yang berakhir tahun 2015 lalu.

Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan TPB/SDGs Indonesia didasari oleh Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Gotong Royong Mencapai TPB/ SDGs di Indonesia

4 Platform Partisipasi TPB/SDGs yang terlibat

Salah satu kekuatan Indonesia dalam pelaksanaan TPB/SDGs adalah keterlibatan semua pihak mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi serta pelaporannya.

Para pemangku kepentingan (stakeholder) utama yang berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan dan pencapaian TPB/SDGs di Indonesia terdiri dari empat platform, yakni: Pemerintah dan Parlemen, Akademisi dan Pakar, Organisasi Kemasyarakatan dan Media, Filantropi dan Pelaku Usaha.

5P dalam TPB/SDGs

Agenda TPB/SDGs adalah sebuah rencana aksi yang menyasar pada 5P, yaitu: People (Umat Manusia), Planet (Bumi), Prosperity (Kemakmuran), Peace (Perdamaian), Partnership (Kemitraan) yang saling terkait satu sama lain.

Ketika ada perubahan perilaku dari manusia untuk menjaga Alam, Kedamaian, Keamanan serta kelestarian makhluk hidup lainnya, maka kita akan mampu menjaga bumi sebagai tempat hidup yang lebih baik.

Terima kasih jika sudah membaca blog saya kali ini mohon maaf jika ada kesalahan.

ULASAN  PERANCANGAN KAWASAN STASIUN KERETA API KOTA BANDUNG

Di kesempatan kali ini saya ingin membuat esai dengan bahasa saya sendiri yang sebelumnya sudah dibuat oleh Mama saya, topik yang mama saya buat adalah perancangan kawasan stasiun kereta api kota Bandung.

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan solusi desain yang berupa simulasi untuk memperbaiki kawasan Stasiun kereta api Kota Bandung yang telah mengalami fragmentasi sehingga dapat menjadi suatu kawasan kota yang terintegrasi dengan lingkungan sekitarnya. Identifikasi kebutuhan masyarakat pada kawasan stasiun di pusat kota yang sesuai untuk diwadahi pada kawasan Stasiun kereta api Kota Bandung. Identifikasi yang saya lakukan dengan tahapan Cara menggunakan studi literatur dan studi kasus yang kemudian digunakan sebagai dasar kerangka analisis untuk mengamati dan dan menganalisis kebutuhan yang terjadi di kawasan perencanaan. Hasil dari analisis tersebut digunakan sebagai dasar untuk membuat suatu strategi perencanaan kawasan perencanaan yang selanjutnya disimulasikan dalam bentuk perencanaan kawasan Stasiun Kereta Api Kota Bandung.

Latar Belakang

Stasiun kereta api di Bandung difungsikan pada tahun 1884, dan stasiun ini adalah stasiun tertua di Indonesia. Tempat hasil penyimpanan dari kebun ditaruh di daerah Kosambi, Ciroyom, Andir, Gatot Subroto, Kiaracondong,Braga, dan sekitar Stasiun Kota Bandung. Pada perkembangannya fungsi stasiun ini sangat penting karena menjadi stasiun penghubung antara Kota Bandung dan kota-kota di sekitarnya.

Isu Perancangan

Isu perancangan yang ingin diangkat adalah memperbaiki karakteristik, kualitas fisik, fungsional, visual, sosial ekonomi dan nilai guna lahan pada kawasan Stasiun KA Kota Bandung dengan memasukan beberapa fungsi-fungsi baru ke dalam kawasan perencangandalam tetap memperhatikan aspek historis, dan karakteristik kawasan yang berada di sekitarnya.

Perumusan Masalah

Kawasan Stasiun Kereta Api di Bandung ini telah mengalami beberapa kemunduran baik secara fungsi maupun secara visual dan hilangnya vitalitas kawasan.

Kerangka Pemikiran

Mama saya membuat latar belakang tentang hal yang terkait dengan topik ini, lalu perumusan masalah studi tentang peremajaan kualitas fisik yang menurun, lalu mama saya membuat tujuan dan sasaran.

Analisa yang mama saya lakukan sangat mendalami walaupun hanya dua kata. Mama saya juga membaca buku tentang Peremajaan, Pembentukan Citra pada Ruang Kota, Teori Perancangan Kota, Elemen Desain Rancang Kota.

Studi Literatur dan Studi Banding yang sudah dituliskan oleh saya dikerucutkan menjadi Proses Penelitian, Prinsip Perancangan Normatif, Variabel dan Indikator, dan yang terakhir adalah Standar Perancangan.

Setelah itu yang dilakukan adalah Analisa Kawasan studi dan terbagi menjadi tiga bagian yaitu Potensi Kawasan, Permasalahan Kawasan, dan yang terakhir adalah Prospek Kawasan. Setelah hal tersebut mama saya membuat Konsep Pengembangan Kawasan,setelah itu adalah Simulasi Dan Desain Kawasan dan yang terakhir adalah Kesimpulan dan Saran.

Mama saya juga melakukan pembandingan stasiun yang ada di London dan di Melbourne

Perkembangan Kereta Api di Indonesia

Ada informasi menarik yang saya dapat dari bagian ini adalah 28 September 1945 adalah hari jadi Kereta Api Republik Indonesia.

Teori Figure Ground

Teori figure ground dipahami sebagai hubungan teksrural antara bentuk dibangun (building mass) dan ruang terbuka (open space). Analisis figure ground adalah alat yang sangat baik untuk mengidentifikasikan sebuah tekstur dan pola-pola Debian tata ruang perkotaan (urban fabric), Sierra mengidentifikasikan masalah keteraturan massa /ruang perkotaan.

Teori Linkage (penghubung)

Berbeda dengan teori figure ground yang cenderung lebih bersifat dua dimensi saja, teori linkage yang mama saya buat adalah tentang hubungan suatu tempat dengan yang lain dari berbagai aspek.

ABSTRAK

PERANCANGAN

KAWASAN STASIUN KERETA API

KOTA BANDUNG

Oleh: AZHAR KEANNDRE ANANDAKHRISNA

SEBELUMNYA TELAH DIBUAT OLEH

DITHYA RAFALTINI DEWI PARAMITA

Di kesempatan kali ini saya ingin membuat esai dengan bahasa saya sendiri yang sebelumnya sudah dibuat oleh Mama saya, topik yang mama saya buat adalah perancangan kawasan stasiun kereta api kota Bandung.

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan solusi desain yang berupa simulasi untuk memperbaiki kawasan Stasiun kereta api Kota Bandung yang telah mengalami fragmentasi sehingga dapat menjadi suatu kawasan kota yang terintegrasi dengan lingkungan sekitarnya. Identifikasi kebutuhan masyarakat pada kawasan stasiun di pusat kota yang sesuai untuk diwadahi pada kawasan Stasiun kereta api Kota Bandung. Identifikasi yang saya lakukan dengan tahapan Cara menggunakan studi literatur dan studi kasus yang kemudian digunakan sebagai dasar kerangka analisis untuk mengamati dan dan menganalisis kebutuhan yang terjadi di kawasan perencanaan. Hasil dari analisis tersebut digunakan sebagai dasar untuk membuat suatu strategi perencanaan kawasan perencanaan yang selanjutnya disimulasikan dalam bentuk perencanaan kawasan Stasiun Kereta Api Kota Bandung.

Latar Belakang

Stasiun kereta api di Bandung difungsikan pada tahun 1884, dan stasiun ini adalah stasiun tertua di Indonesia. Tempat hasil penyimpanan dari kebun ditaruh di daerah Kosambi, Ciroyom, Andir, Gatot Subroto, Kiaracondong,Braga, dan sekitar Stasiun Kota Bandung. Pada perkembangannya fungsi stasiun ini sangat penting karena menjadi stasiun penghubung antara Kota Bandung dan kota-kota di sekitarnya.

Kemunculan beberapa massa bangunan yang ada di dalam maupun sekitar kawasan stasiun yang tidak mengindahkan tata guna lahan serta tidak sesuai dengan peruntukkan kawasan merupakan salah satu penyebab terjadinya ruang-ruang yang tak tergunakan pada kawasan ini. Jika hal ini terus dibiarkan kawasan yang ada di stasiun menjadi tidak representatif sebagai kawasan yang dapat mencerminkan citra Kota Bandung sendiri.

Isu Perancangan

Isu perancangan yang ingin diangkat adalah memperbaiki karakteristik, kualitas fisik, fungsional, visual, sosial ekonomi dan nilai guna lahan pada kawasan Stasiun KA Kota Bandung dengan memasukan beberapa fungsi-fungsi baru ke dalam kawasan perencangandalam tetap memperhatikan aspek historis, dan karakteristik kawasan yang berada di sekitarnya.

Perumusan Masalah

Kawasan Stasiun Kereta Api di Bandung ini telah mengalami beberapa kemunduran baik secara fungsi maupun secara visual dan hilangnya vitalitas kawasan. Adapun masalah yang terdapat dalam kawasan adalah :

1.3.1.MASALAH

  1. Terjadinya penurunan kondisi fisik kawasan Stasiun KA Kota Bandung akibat kurang tersedianya generator kegiatan pada kawasan sehingga kawasan kurang berkembang seperti kawasan lain di Kota Bandung. Kegiatan eksisting pada kawasan yang berupa kegiatan komersial (ruko, restoran, SPBU) dan Hotel belum mampu meningkatakan kualitas kawasan stasiun Kereta Api Kota Bandung. Keberadaan fungsi-fungsi sekitar kawasan juga belum mampu meningkatkan vitalitas

kawasan.

  1. Kualitas fisik kawasan yang telah mengalami kemuduran yang menyebabkan kawasan menjadi kumuh. Persoalam utama adalah kondisi fisik dari bentuk bangunan atau penataan kawasan yang tidak tertata dengan baik, dan kurang tertatanya elemen-elemen rancang kota (ruang terbuka, tempat parkir, jalur pejalan kaki, dan massa bangunan). Hal ini menyebabkan kurang maksimalnya fungsi stasiun sebagai kawasan yang sebenarnya dapat menjadi suatu ruang publik (Urban Space) yang menarik dalam Kota.

Sekian dan terima kasih mohon maaf jika ada kesalahan dalam esai saya, yang saya telah ulang dari hasil esai dari mam

Nyaba Patilasanku yang Seru

 

Halo teman-teman, saya akan menceritakan tentang Nyaba Patilasan saya kemarin.  Nyaba Patilasan adalah melakukan kegiatan perjalanan ke Museum Sri-Baduga untuk mencari tahu informasi-informasi tentang Kerajaan Banten.

Sebelum kegiatan Nyaba Patilasan ini dilakukan, kami melakukan beberapa persiapan. Pertama-tama kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok kerajaan terdiri dari 3-4 orang. Saya tergabung dalam kelompok kerajaan  Banten. Saya sekelompok dengan Zidane, Dafi, dan Adrien.

Pada pertemuan pertama, saya diminta untuk riset oleh Kakak (guru saya).  Kami semua disuruh untuk mencari 3 artikel yang berhubungan dengan Kerajaan Banten, lalu artikel tersebut di copy paste ke dalam Google docs. Pada pertemuan kedua kami diperintahkan untuk meng- highlight hal-hal penting dari artikel-artikel kerajaan Banten yang sudah ditaruh oleh kami di Google docs.

Pada pertemuan ketiga kami diperintahkan untuk mencari jalur peta jalan ke Museum Sri-Baduga. Selain itu kami juga melakukan wawancara narasumber tentang jalur angkot dan ongkosnya. Pada pertemuan keempat kami diminta untuk untuk membuat daftar tentang perlengkapan yang akan dibawa untuk Nyaba Patilasan

Saat Nyaba Patilasan ke Museum Sri-Baduga, pemimpin dalam kelompok saya (Dafi) ini tidak masuk karena sakit.  Jadinya yang memimpin Nyaba Patilasan adalah Zidane. Perjalanan pertama adalah  kami berjalan kaki dari sekolah ke patung panda yang berada di Jalan Pasteur. Lalu kami harus menaiki angkot jurusan Gunung Batu-ST Hall. Kami disuruh turun oleh Kakak di pembatas jalan untuk ke Terminal Tegalega.  Sesampainya kami di pembatas jalan, kami naik angkot lagi ke Terminal Tegalega. Nama jurusan angkot untuk ke Terminal Tegalega adalah Cisitu-Tegalega. Sesampainya kami di terminal kami berjalan kaki ke Museum Sri-Baduga.

Sri_Baduga_Museum

 

 

Sesampai di Museum Sri-Baduga, kami menunggu kelompok lain datang. Pada pukul  9 pagi kami membeli tiket lalu masuk ke Museum Sri-Baduga.  Pertama-tama kami menulis tentang prasasti yang berada di museum, lalu kami memfoto prasasti tersebut. Kami juga menulis tentang pembabakan zaman, pembentukan Gunung Tangkuban Perahu,  pembabakan terbentuknya dan surutnya Danau Purba Bandung, binatang laut purba, jenis-jenis manusia purba dan tahunnya, dan peninggalan-peninggalan Kerajaan Banten. Pada pukul 11 pagi kami kumpul di depan museum, lalu makan bersama. Setelah itu kami bersiap-siap untuk pulang kembali ke sekolah.

Saat pulang kami menaiki angkot jurusan Tegalega-Cisitu, lalu kami turun di Masjid Al-Ukhuwah lalu kami naik angkot ke BTC lalu berjalan kaki ke sekolah.

Berikut ini adalah tempat yang saya kunjungi dan amati Terminal Tegalega, Astana Anyar, Museum Sri -Baduga, Mesjid Al-Ukhuwah, BTC dan Patung Panda, Hotel Aston, patung harimau, Cicendo Lasik, Wisma Penka, Bengrah A, Paskal 23, dan jalan kereta api Stasiun Selatan, dan Santosa Hospital Bandung Center.

Yang saya rasakan hari itu adalah tegang karena takut semua soal panduan tidak terjawab semuanya, tapi akhirnya semua terjawab walaupun ada beberapa yang belum lengkap.

Menurut saya perjalanan hari ini seru dan menyenangkan. Karena saya mendapat banyak informasi dari Museum Sri-Baduga. Saat saya melihat peninggalan Banten yang paling membuat saya terkagum adalah saat saya ke ruangan masterpiece yang berada di ruangan rahasia.  Saat saya tempat tersebut saya, melihat ada  teko peninggalan Portugis yang sudah langka dan sudah tidak diproduksi lagi. Saat saya lihat teko tersebut saya merasa senang karena teko tersebut sangat klincong dan di jaga dengan baik.

Tiga hal baru yang saya ketahui adalah bisa melihat ruangan masterpiece yang ada lukisan Prabu Siliwangi, Bandung Lautan Api dan beberapa barang langka. Menurut saya yang paling tak berkesan saat nyaba kali ini adalah minimnya informasi tentang Kerajaan Banten karena hanyaada 3-5 peninggalan saja dan saya sangat kesal karena peninggalannya sedikit.

Terima kasih sudah membaca blog saya kali ini semoga Anda bisa mendapat pengalaman yang baru jika Anda ke museum sribaduga, dan mohon maaf jika ada kesalahan kata dalam blog ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Liburanku yang Penuh Gerakan

 

Halo teman-teman semua, aku akan menceritakan liburanku yang sudah lewat selama 2 minggu yang lalu. Liburanku kali ini aku habiskan di Jakarta dan Bandung. Empat hari pertama aku dan adikku menginap di rumah Eyang. Kami menunggu sepupu kami untuk datang ke rumah Eyang. Rencananya kami akan berlibur bersama. Sepupuku itu bernama Raga. Ia adalah anak dari adik Ayah.

Biasanya setiap hari Minggu Eyang-eyang rutin berjalan pagi. Kali ini aku dan adikku akan ikut dengan mereka. Kami berjalan pagi mengelilingi Komplek Setra Duta bersama beberapa warga yang tergabung dalam Persaudaraan Setra Duta. Biasanya setiap selesai jalan pagi, kami diberi sarapan dan itu sifatnya gratis. Menu makanan gratis kali ini adalah siomay. Setelah selesai makan siomay, kami kembali ke rumah Eyang. Tak lama kemudian Raga sampai di rumah Eyang. Aku dan adik sangat senang karena Raga sudah datang

Di hari keenam kami membeli snack di salah satu supermarket yang berada di Setrasari. Nama supermarket tersebut adalah Griya Setrasari. Sepertinya aku, adik dan Raga membeli lebih dari 20 item makanan. Setelah dari Griya, aku menonton DVD yang baru seperti “Bumblebee” dan “Spiderman into the Spider Verse” . Walaupun gambarnya belum begitu bagus, kami tetap bisa menikmatinya. Malam harinya, kami diajak Eyang makan sop kaki kambing Tanah Abang yang terletak di depan SMP Negeri 5. Rasa sop kakinya sangat enak. Aku paling suka bagian babat dan dagingnya.  

Lalu di hari ketujuh aku diajak Eyang untuk pergi ke Jakarta. Aku kira Eyang bercanda tetapi ternyata Eyang serius. Jadi kami semua mendadak pergi ke Jakarta bersama-sama. Jika kita bertiga (aku, adik dan Raga) berkumpul kami menamakan diri kami sebagai : The Three Genz Boys.

Sesampainya kami di Jakarta, kami menginap di rumah Raga. Ibu Raga yang bernama Tacis Dinda adalah adik dari Ayahku. Pada hari ketiga di Jakarta aku diajak Eyang ke Lubang Buaya. Tempat yang aku kunjungi pertama kali adalah Sumur  Lubang Buaya.  Sumur Lubang Buaya itu adalah sebuah sumur yang digunakan PKI untuk mengubur jasad para Jenderal Revolusi yang mereka culik dan siksa pada tanggal 30 September 1965. Bagi kalian yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang Sumur Lubang Buaya, aku sertakan link-nya di disini.

Dan ini adalah foto mana kita bertiga bergaya di depan patung 7 Jenderal Revolusi yang meninggal akibat pengkhianatan PKI. Setelah itu kami pun sempat berfoto-foto di depan replika mobil yang membawa jenazah dan beberapa mobil yang pernah dipakai oleh para Jenderal Revolusi.

Selanjutnya  kami mengunjungi Museum Pengkhianatan PKI yang terletak tak jauh dari Sumur Lubang Buaya. Di dalamnya terdapat lebih dari 30 diorama yang sangat detail untuk dilihat, dibaca, dan difoto. Aku banyak mendapat pengetahuan tentang kejadian-kejadian apa saja yang terjadi saat pengkhianatan PKI tersebut.

Keesokan harinya kami pergi ke Museum Gajah/ Museum Nasional Jakarta. Sebenarnya nama museum ini adalah Museum Nasional Indonesia. Tapi karena terdapat patung gajah di halaman depan museum, maka museum ini juga sering disebut sebagai Museum Gajah. Koleksi museum ini berisi arca, patung dan peninggalan barang-barang dari masa lalu. Museum ini sangat menyenangkan karena tempatnya sangat luas, bersih dan sangat banyak koleksinya.

Keesokan harinya kami kembali ke Kota Bandung. Sesampainya di Bandung, kami diajak Eyang untuk ke Alun-alun. Kami bermain sebentar di Alun-alun dan kemudian menunaikan ibadah sholat di Masjid Agung. Karena hari sudah sore, kami hanya bermain sebentar disana. Eyang pun berjanji untuk kembali ke Alun-alun keesokan harinya. 

Ini adalah foto saat aku bermain bola di Alun-alun Bandung.

sepakbola di alun2

 

 

Ini adalah foto saat aku di menara Masjid Agung .

masjid agung

Keesokan harinya kami pergi mengunjungi Taman Sejarah di Balaikota Bandung. Disana kami melihat maket besar kota Bandung. Yang menarik disini adalah adanya banyak harapan atau komentar warga Bandung tentang kotanya yang ditempel di ruangan Bandung City Planning.

Setelah itu, kami semua mengunjungi Museum Asia Afrika. Disana kami melihat banyak artikel tentang Konferensi Asia Afrika, ruang yang digunakan untuk KAA, dan beberapa bendera negara yang mengikuti KAA saat itu.

Ini adalah foto kami di samping deretan bendera-bendera yang mengikuti KAA. 

kaa


Terima kasih sudah membaca posting tentang liburanku kali ini.