Apa itu pluralisme?
Pluralisme adalah keadaan masyarakat yang majemuk.
1.Bagaimana diriku memandang pluralisme?
Aku memandang diriku di pluralisme sebagai orang yang suka mengobrol dan berbicara. Aku suka mengobrol banyak sekali tema yaitu game,bola/pertandingan bola/kisah atau kehidupan sehari-hari pemain bola tersebut. Aku berbicaranya dalam kata yang cukup baik dan sedikit baku. Aku senang jika diajak mengobrol saat saya istirahat atau saat pelajaran. Saat pelajaran tetapi membahas tema lain itu tidak boleh karena membuat tidak sopan. Saya pernah mengobrol saat jam pelajaran tentang tema lain tetapi itu jarang.
Saya pernah saat mengobrol dikelas memakai kertas yang ditulis lalu dilempar lewat bawah secara diam-diam tetapi tidak ketauan. Saya paling suka mengobrol dengan teman karena ikatan toleransinya lebih banyak. Tetapi saya juga suka mengobrol dengan saudara,keluarga dan lain -lain. Tipe saya tentang teman yang saya obrolkan adalah seru,menyenangkan,bisa diajak mengobrol,dan ada ikatan toleransi dengan saya atau suka diajak mengobrol. Selain itu cara mengobrol orang lain tipenya adalah kasar dan baik.
Kebanyakan teman saya baik jadi mengobrolnya juga baik. Kemarin saya perjalanan besar disana banyak orang baik jadi kemungkinan ada beberapa baik dan jahat di dunia ini. Karena manusia dibeda-bedakan jadi kita harus saling menghargai jahat dan baik. Manusia juga dibedakan rasnya ada yang jelek dan juga ada yang bagus dikasih oleh tuan. Kita harus tetap bersyukur dengan apa yang tuhan beri. Aku senang sekali jika ada yang bersyukur apa yang tuhan beri.
2.Apakah sisi pluralisme interaksi sosial?
Saya memandang pluralisme dalam hal tidak pilih-pilih teman. Di kelas saya yang pilih-pilih teman ada 1-3orang (berpasangan). Bukan berarti mereka tidak mau duduk dengan lain, mungkin mereka senang ingin duduk dengan mereka atau itu saudara atau sahabat sehingga sangat dekat. Saya sendiri tidak pilih-pilih teman saya duduk seadannya bisanya saya paling sering dapat teman dari pg saya itu paling sering. Saya ingin teman-teman saya tidak pilih-pilih teman karena agar bisa duduk denganyang lain agar punya pendapat berbeda dengan orang lain. Saya sendiri bersyukur ingin duduk dengan siapapun.
Saya paling sering ingin jika teman yang aku duduki kapan pun saya kenal. Saya di kelas ada 2-4orang yang belum saya duduki. Saya sangat senang jika ada salah satu teman yang belum saya duduki ingin duduk dengan saya satu hari. Saya juga senang jika ada orang yang mau duduk dengan saya lagi.
3. Bagaimana bentuk interaksi sosialmu dalam masyarakat yang majemuk?
Dimanapun kita berada seharusnya berbuat baik karena jika baik kita akan diterima oleh siapapun didunia ini. Kita harus baik dalam hal membantu orang lain dan hal saling kerjasama antar warga tersebut. Selain itu kita juga harus saling bertoleransi dengan baik. Intinya harus saling bertoleransi dengan baik.
4. Bagaimana hubungan keragaman masyarakat Indonesia dengan pola interaksinya?
Hubungan saya antar tetangga kurang baik dikarnakan jarang mengobrol saya sendiri mengaku jarang karena saya tidak punya waktu sendiri untuk mengobrol dengan tetangga di komplek ini. Aku berharap bisa lebih dekat dengan tetangga

.jpeg)
.jpeg)